SAKIT
RINDU..
DIMANA OBATMU
Tak bisa disangkal manusia akan selalu bersentuhan
dengan cinta. Sementara kecintaan memberikan buah kerinduan. Orang
yang mencinta akan rindu kepada orang yang dicintainya.
Kerinduan kepada kekasih, seringkali membekaskan
duka. Ingin bertemu dan berdekatan dengan sang kekasih. Air mata
tak jarang menetes karena terbakar oleh kerinduan di hati. Sebagian
orang bahkan sampai menjadi gila karena rindunya pada orang yang
dicintainya. Naudzubillah.
Kerinduan, adalah sebuah kesengsaraan. Penyakit
yang membekaskan kelemahan di hati. Lantas apakah obat untuk mengatasi
penyakit yang menggerogoti jiwa ini ?
Ikhlas Kepada Allah
Ikhlas adalah obat termanjur penyakit rindu. Jika kamu benar-benar
ikhlas kepada Allah, maka Allah akan menolongmu dari penyakit kerinduan
dengan cara yang tak pernah terbetik di hati kita sebelumnya. Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Sungguh jika hati telah merasakan
manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak
akan menjumpai hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat
dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu
yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang
lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutkannya.
Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau
takut sesuatu yang membahayakannya"
Ketika pemuda ikhlas kepada Allah, maka Allah akan
memilihnya, menghidupkan hatinya. Di saat itulah segala kekejian
akan berpaling darinya dan dia sangat takut untuk mencari pengganti
selain Allah. Keadaannya berbeda dengan hati yang tak ikhlas. Hati
tersebut akan selalu diombang-ambingkan nafsu, keinginan, tuntutan
serta cinta yang memabukkan. Keadaannya tidak berbeda dengan sepotong
ranting yang meliuk kesana kemari mengikuti arah angin.
Berdo'a
Do'a mengandung sikap kefakiran serta kerendahdirian seseorang di
hadapan Allah. Oleh karena itu, doa merupakan salah satu bentuk
ibadah yang agung. Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan
dia bersungguh-sungguh dalam berdoa, merasakan kebutuhannya kepada
Allah niscaya Allah akan mengabulkan doanya. Termasuk diantaranya
dia memohon untuk dilepaskan dari kesulitan penyakit rindu dan kasmaran
yang terasa mengkoyak-koyak hatinya. Penyakit yang menyebabkan dirinya
gundah gulana, sedih dan sengsara.
Memenej Pandangan
Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan
api hingga terbakarlah hati dengan kerinduan. Orang yang memandang
dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. Namun
pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran.
Ibnul Qayyim menyatakan, "Orang yang berakal
jangan sampai terlalu mudah tergelincir jatuh hati dan rindu agar
tidak tertimpa berbagai kerusakan yang ditimbulkannya, baik sedikit
maupun banyak. Barangsiapa yang menerjunkan diri kedalamnya maka
ia termasuk orang yang menzalimi diri sendiri yang tertipu dan binasa.
Andai saja bukan karena pandangan yang berkali-kali terhadap orang
yang dikagumi dan usahanya untuk dapat merajut benang-benang asmara,
pastilah asmara tidak akan kokoh mencengkeram jiwanya."
Ibnu Taimiyah berkata, " Allah menjadikan menjaga
pandangan dan kemaluan sebagai sebab terkuat untuk mensucikan jiwa.
Dan konsekuensi dari menjaga jiwa adalah dengan menghilangkan segala
bentuk kejahatan, perbuatan keji, kezaliman, syirik, dusta, dan
sebagainya.
Membina Rumah Tangga
Bagaimanapun menikah merupakan obat bagi kerinduan hati. Meski pernikahan
tersebut dilangsungkan tidak dengan orang yang dicinta dan diidamkan
diawal. Kenapa bias demikian? Tidak lain, karena pernikahan telah
mencukupkan segala kebutuhan jiwa disamping ia penuh berkah. Pernikahan
memadamkan berbagai gejolak cinta.
Jika memungkinkan menikah dengan orang yang dicintainya
maka menikahlah dengannya. Ini merupakan terapi termanjur.
Selalu Sibuk dan Aktif
Dalam situasi kosong kegiatan, biasanya seseorang lebih mudah untuk
berangan memikirkan orang yang dia cintai. Dalam keadaan sibuk luar
biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja.
Oleh karena itu, untuk memangkas kerinduan seseorang hendaknya menyibukkan
diri dengan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia maupun untuk
akhirat. Hakikat dari rasa rindu adalah kesibukan hati yang kosong.
Di kala sepi sendiri, tanpa aktifitas muncullah bayangan sang kekasih,
wajah, gerak-gerik, dan segala yang berkaitan dengannya. Seluruhnya
hanya sekadar bayangan dan khayalan yang berakhir dengan kesedihan
diri. Tiada manfaatnya sedikitpun bagi kehidupan kita.
Menghindari Nyanyian dan Film Percintaan
Nyanyian dan film-film percintaan memilika andil besar untuk mengobarkan
kerinduan pada orang yang dicintai. Apalagi jika, nyanyian tersebut
dikemas dengan mengharu-biru, mendayu-dayu tentu akan menggetarkan
hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. Akibatnya rasa rindu kepadanya
semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik
dalam hati dan pikiran. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian
dan tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan. Demi keselamatan
dan kejernihan hatimu sendiri. Sehingga sempat diungkapkap oleh
para ulama, "Nyanyian adalah tarian perzinahan."
Bayangkan Kekurangannya
Ingatlah selalu, bahwa orang yang kau cinta bukanlah sosok pribadi
yang sempurna. Ia sangat memiliki banyak kekurangan, sehingga tidak
layak untuk dipuja, disanjung, atau senantiasa diangan. Orang yang
kau cintai tidaklah seperti yang kau khayalkan di setiap lamunan.
Ibnul Jauzi mengatakan," Sesungguhnya manusia
itu penuh dengan najis dan kekotoran. Sementara orang yang dimabuk
cinta senantiasa melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Disebabkan
cinta ia tidak lagi melihat adanya aib."
Kita bisa menghukumi sesuatu kecuali dengan timbangan
keadilan, sementara orang yang sedang kasmaran tengah dikuasai oleh
nafsunya sehingga tidak dapat bersikap dengan adil. Kecintaannya
menutupi seluruh aib yang dimiliki pasangannya. Para ahli hikmah
berkata, "mata yang diliputi hawa nafsu akan menjadi buta."
Tips Lain
- Usahakan untuk menjauh dari orang yang dicintai. Karena terpisahnya
badan akan memberikan pengaruh jauhnya hati dari orang yang dicinta.
Hendaknya sabar menanggung perpisahan beberapa saat walaupun sulit.
- Kontinu menghadiri majelis dzikir, bergaul dengan orang-orang
shalih, serta mendengar atau membaca kisah orang-orang shalih.
- Meredam keinginan, memupus harapan disertai keinginan keras
untuk dapat mengalahkan hawa nafsu.
- Selalu teratur menjaga shalat dengan sempurna, khusyuk dan
berusaha sempurna secara lahir dan batin.
- Mencampakkan seluruh keinginan yang rendah, hina, dan perbuatan
tercela, serta berusaha meraih segala keutamaan.
- Mengambil pelajaran dari kedukaan orang-orang yang dimabuk
cinta, derita dan kacau balaunya urusan mereka.
_____________________
sumber: el-fata
|