Sifat
Nifaq..!
Nifaq ialah menampakkan perbuatan yang tidak sesuai
dengan isi hatinya. Orang yang melakukan perbuatan nifaq disebut
munafiq. Nifaq terbagi menjadi dua, yaitu nifaq besar dan nifaq
kecil.
- Nifaq Besar
Nifaq besar yaitu menampakkan keislaman dengan lisannya, tetapi
sebenarnya hati dan jiwanya mengingkari. Yang termasuk perbuatan
nifaq besar di antaranya:
- Mendustakan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam (dan
ajaran beliau sama sekali), atau mendustakan sebagian dari
seluruh ajaran yang beliau sampaikan.
- Membenci ajaran Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam
atau membenci sebagian dari ajaran yang beliau sampaikan.
- Merasa senang dengan kekalahan Islam dan merasa benci dengan
tersebar dan menangnya Islam.
Orang yang melakukan perbuatan nifaq besar ini akan mendapatkan
azab yang lebih berat dari orang-orang kafir, karena bahaya
mereka lebih besar. Allah berfirman, yang artinya:
"Sesungguhnya orang-orang munafiq itu akan
ditempatkan di dasar neraka yang paling bawah." (QS.
An-Nisaa': 145)
Karena itu di awal-awal surat Al-Baqoroh Allah bercerita tentang
orang-orang kafir hanya dengan dua ayat, sedangkan tentang orang-orang
munafiq dengan tiga belas ayat.
Kita menyaksikan orang-orang sufi, yang notabene adalah orang-orang
islam, mereka melaksanakan sholat dan puasa, tapi sungguh mereka
sangatlah berbahaya, karena merekan merusak aqidah umat Islam.
Mereka membolehkan berdo'a kepada selain Allah padahal itu termasuk
syirik besar; mereka mempercayai bahwa Allah berada di mana-mana
dan menolak pemahaman bahwa Allah berada di atas 'Arsy. Semua
keyakinan mereka tersebut bertentangan dengan Al-Qur'an dan
hadits shahih sebagaimana telah dibicarakan pada bahasan sebelumnya.
- Nifaq Kecil
Seseorang dikatakan melakukan perbuatan nifaq kecil bila dia melakukan
sebagian perbuatan yang menjadi ciri dan karakter orang-orang
munafiq tulen. Rasulullah shallahllaahu 'alaihi wasallam bersabda,
yang artinya:
"Tanda-tanda orang munafiq ada tiga, yaitu:
dusta ketika berbicara, suka ingkar janji, khianat ketika diamanahi.
(muttafaqun 'alaih)
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, yang artinya:
"Ada empat hal, jika keempatnya ada pada
diri seseorang, maka dia adalah seorang munafiq tulen; namun
bila bila dari keempat itu hanya ada satu saja pada seseorang,
maka dia hanya dikatakan memiliki sifat nifaq yang mestinya
dia tinggalkan. (Keempat hal itu adalah)" dusta ketika
berbicara, ingkar janji, khianat ketika mengadakan kkontrak
kerjasama, dan culas dalam berdebat. (muttafaqun
'alaih)
Nifaq kecil tidak menyebabkan pelakunya keluar dari islam,
tetapi itu termasuk dosa besar yang harus dijauhi.
At-Tirmidzi berkata, "Makna nifaq pada hadits di atas
menurut para ahli hadits adalah nifaq dalam perbuatan saja.
Adapun nifaq tulen adalah nifaq yang mendustakan ajaran islam
seperti yang terjadi pada zaman Rasulullah shallallaahu 'alaihi
wasallam.
__________________
Sumber: alFirqotun Najiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
|