Soal
Jawab Seputar Aqidah
(bersama Syaikh Shalih Al Utsaimin)
Tanya :
Apakah iman itu tauhid ?
Jawab:
Tauhid adalah mengesakan Allah dengan apa yang khusus bagi Allah
dan wajib bagi Allah. Sedangkan iman adalah membenarkan, yang mencakup
pengertian menerima dan pasrah. Diantara keduanya( iman dan tauhid)
terdapat pengertian yang umum dan khusus. Setiap orang yang bertauhid
tentu mukmin daan setiap mukmin tentu bertauhid dalam pengertian
secara umum. Akan tetapi terkadang, pengertian tauhid itu lebih
khusus ketimbang iman, dan begitu juga sebaliknya, pengertian iman
lebih khusus dari pada pengertian tauhid. Wallallahua'lam
Tanya : Islam
dan iman apa bedanya?
Jawab:
Islam dalam pengertian secara umum adalah beribadah kepada Allah
dengan cara menjalankan ibadah-ibadah yang disyariatkan sebagaimana
yang dibawa oleh utusanNya sejak para rasul itu di utus hingga akhir
kiamat. Ini mencakup apa yang dibawa oleh Nuh alaihis salam berupa
hidayah dan kebenaran, dan juga dibawa oleh Musa yang dibawa oleh
Isa dan mencakup yang dibawa oleh Ibrahim Imamul Hunafa sebagaimana
yang diterangkan oleh Allah dalam berbagai ayatNya yang menunjukkan
bahwa syariat terdahulu seluruhnya adalah islam kepada Allah azza
wa jalla.
Sedangkan islam dalam pengertian secara khusus setelah
diutusnya nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ajaran
yang dibawa oleh beliau. Karena ajaran beliau menghapus seluruh
ajaran yang sebelumnya, maka orang yang mengikutinya menjadi seorang
muslim dan orang yang menyelisihinya bukan muslim karena tidak menyerahkan
diri kepada Allah, akan tetapi kepada hawa nafsunya.
Orang-orang yahudi adalah orang-orang muslim pada
zaman nabi musa, demikiaan pula orang nasrani muslim pada zaman
isa. Namun ketika telah diutus Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wa sallam kemudian ia mengkufurinya maka mereka bukan menjadi muslim
lagi.
Oleh karena itu tidak dibenarkan seseorang berkeyakinan
bahwa agama yang dipeluk orang-orang yahudi dan nasrani sekarang
ini sebagai agama yang benar dan diterima di sisi Allah sebagaimana
dienul Islam. Bahkan orang yang berkeyakinan seperti itu berarti
telah kafir dan keluar dari dienul islam, sebab Allah ta'ala telah
berfirman.
"Sesungguhnya dien yang diterima di sisi Allah hanyalah
Islam "
(QS Ali Imran : 19)
"Barangsiapa mencari suatu din selain islam maka
tidak akan diterima din itu daripadanya"
(QS Ali Imran : 85)
Islam yang dimaksudkan adalah islam yang dianugerahkan
Allah kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan umatnya.
Allah berfirman
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu
dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam
itu sebagai agamamu"
(QS Al Maidah : 3)
Ini adalah nash yang amat jelas yang menunjukkan
bahwa selain umat ini, setelah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu
'alaihi wa sallam bukan pemeluk islam. Oleh karena itu agama yang
mereka anut tidak akan diterima oleh Allah dan tidak akan bermanfaat
pada hari kiamat. Kita tidak boleh menilainya sebagai agama yang
lurus. Salah besar seorang yang menilai Yahudi dan nasrani sebagai
saudara atau bahwa agama mereka pada hari ini sama pula seperti
yang dianut oleh pendahulu mereka.
Jika kita katakan bahwa islam berarti menghambakan
diri kepada Allah dengan menjalankan syariatNya, maka dalam artian
ini termasuk pula pasrah atau tunduk kepadaNya secara lahir dan
batin. Maka ia mencakup seluruh aspek aqidah, amalan maupun perkataan.
Namun jika kata islam itu disandarkan dengan iman,
maka islam berarti amalan-amalan perbuatan yang lahir berupa ucapan-ucapan
lisan maupun perbuatan anggota badan. Sedangkan iman adalah amalan
batiniah yang berupa aqidah dan amalan hati.
Perbedaan istilah ini bisa kita lihat dalam firman
Allah
"Orang-orang arab badui itu berkata Kami telah
beriman. Katakanlah kepada mereka: kamu belum beriman tetapi katakanlah
kami telah tunduk, karena iman itu
belum masuk ke dalam hatimu" (Al Hujurat:14)
Mengenai kisah nabi Luth, Allah ta'ala berfirman
"Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman
yang berada di negeri kaum luth itu. Dan Kami tidak mendapati di
negeri itu, kecuali sebuah rumah
dari orang-orang yang berserah diri"
(Adz Dzariyat:35-36)
Di sini terlihat perbedaan antara mukmin dan muslim.
Rumah yang berada di negeri itu lahirnya adalah rumah yang islami
namun ternyata di dalamnya terdapat isteri Luth yang menghianatinya
dengan kekufurannya. Adapun siapa saja yang keluar dari negeri itu
dan selamat, maka mereka itulah kaum beriman yang hakiki, karena
keimanan itu telah benar-benar masuk ke hati mereka.
Perbedaan istilah ini juga bisa kita lihat lebih
jelas lagi dalam hadits Umar bin khatab bahwa jibril pernah bertanya
kepada nabi mengenai islam dan iman. Maka beliau menjawab
"Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada
ilah selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah,
menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa ramadhan dan berhaji
di baitullah".
Mengenai iman beliau menjawab:
"Engkau beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitabNya,
utusan-utusanNya, hari akhir, serta beriman dengan qadar yang baik
dan yang buruk."
Intinya, pengertian islam secara mutlak adalah mencakup
seluruh aspek agama termasuk iman. Namun jika istilah islam itu
disandinggkan dengan iman, maka islam ditafsirkan dengan amalan
lahir berupa perkataan lisan dan perbuatan anggota badan. Sedangkan
iman ditafsirkan dengan amalan batin berupa keyakinan dan amalan
hati.
|