Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

- Fatwa -

Serba-Serbi

Aqidah

Kisah

Annissaa

Fatwa

Hadits Do'if

Do'a

 

Konsultasi

Hasil konsultasi

 

Download artikel Gratis

 

Isi Buku Tamu

Lihat Buku Tamu

 

Indeks

 
Edisi 21 : 08 Feb - 22 Feb 2002
 

Mewarnai Rambut

Bagaimana hukum mewarnai rambut dengan warna tertentu (merah, coklat, putih atau keemasan) ?

Orang yang sudah lanjut usia disunnahkan untuk mewarnai rambutnya dengan selain warna hitam dengan menggunakan daun pacar atau warna coklat, adapun mewarnainya dengan warna hitam maka tidaklah boleh berdasarkan sabda Rasulullah saw,

"ubahlah (warna) rambut yang beruban ini dan jauhkanlah dari warna hitam."

Dan hadis ini berlaku umum bagi pria dan wanita.

Adapun bagi selain orang tua, maka ia harus dibiarkan sesuai dengan keadaannya dan tidaklah mengubahnya kecuali jika warnanya buruk, maka ia boleh mewarnai sekedar untuk menghilangkan keburukan tersebut menjadi warna yang normal. Adapun rambut yang alami yang tidak mengalami kerusakan ia harus dibiarkan secara alami dan tidak perlu mengubahnya.

Dan apabila mewarnai dengan bentuk yang menyerupai wanita-wanita kafir dan budaya impor, maka hal itu tidak diragukan lagi keharamannnya, baik ia mewarnai dengan satu bentuk atau dengan berbagai bentuk yang disebut dengan istilah Tamyisy.

Bagaimana mewarnai rambut dengan warna hitam bercampur dengan daun pacar?

Mewarnai rambut dengan warna hitam murni adalah haram, karena sabda Rasulullah saw bersabda, "Ubahlah uban ini dan jauhkalah ia dari warna hitam"

Adapun jika ia mencampurinya dengan warna lain hingga agak hitam, maka hal itu tidak mengapa.

Bagaimana hukum mengubah warna uban ? dan bagaimanakah cara mengubahnya?

Mengubah warna uban adalah sunnah yang diperintahkan oleh Nabi saw, dan ia dapat diubah dengan warna apa saja selain hitam karena Rasulullah saw telah melarang hal tersebut.

Dan terdapat ancaman bagi orang yang mewarnainya dengan warna hitam. Maka menjadi kewajiban bagi tiap muslim untuk menjauhi perbuatan mewarnai rambutnya dengan warna hitam, disamping karena adanya larangan dalam masalah ini juga karena orang yang mewarnai rambutnya dengan warna hitam, seolah-olah menentang sunnahtullah dalam penciptaan, sebab rambut seseorang ketika muda adalah hitam dan bila rambut itu memutih karena lanjut usia atau sebab yang lain, maka ia berusaha untuk mengembalikannya kepada kondisi semula maka hal ini mengandung perubahan terhadap penciptaan Allah Ta'ala.

 

 

 
 
Kembali ke indeks

al-madina.s5.com, Februari 2002
Jika ada masalah teknis dengan situs ini, tolong hubungi webmaster@al-madina.s5.com