|
Jawab :
Kepada ukhti Iradhatul yang mengharapkan Ridha Allah
Ta'ala…..
Menggunakan mata untuk memandang secara berlebihan
akan menerbitkan perasaan menganggap bagus apa yang dipandang, dan
akan menjadikan hati yang memandanginya terpaut kepadanya sehingga
akan lahirlah berbagai kerusakan dalam hati seorang hamba. Ketika
seorang laki-laki memandang seorang wanita atau seorang wanita memandang
seorang laki-laki maka syaitan masuk bersama pandangan tersebut.
ia akan menelusup melalui pendangan tersebut lebih cepat dari pada
mengalirnya udara keruang hampa. Si syaitan masuk dengan tujuan
menjadikan indah wujud yang dipandang dan menjadikannya berhala
sesembahan yang hati bersimpuh dan takluk kepadanya. Kemudian menanamkan
janji dan angan-angan dalam hati seorang hamba sehingga akan menyalakan
kobaran api syahwat dalam hati, lalu menyalakan bahan bakar kemaksiatan
yang tidak mungkin akan menyala tanpa adanya gambaran wujud yang
dipandangi itu dalam hati seorang hamba.
Pandangan yang berlebihan juga dapat mengganggu
ketenangan hati, melalaikannya dari hal-hal yang baik dan maslahat,
sehingga pekerjaan menjadi berantakan, kacau balau. Lalu sang hamba
jatuh kedalam jurang hawa nafsu syahwat dan lupa diri. Awal mula
terjadinya pandangan tersebut bisa jadi karena ada hal-hal yang
menarik pada diri seorang wanita sehingga mengundang pandangan seorang
pria. Misalkan dengan memakai wewangian yang sangat menyegat, atau
mengenakan busana yang tidak memenuhi syarat tertutupnya aurat seperti
pakaian ketat yang membentuk tubuh dan lain-lain. Kami nasehatkan
kepada ukhti untuk menahan pandangan sebagaimana firman Allah :
"Katakanlah kepada orang-orang beriman supaya mereka
menundukkan pandangannya (dari melihat yang terlarang) dan menjaga
kehormatannya. Itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah
mengetahui apa-apa yang mereka ketahui" (An
Nur : 30)
Dan juga menjaga pergaulan dengan lawan jenis (kaum
pria) yaitu dengan selektif dalam berteman dan hati-hati dalam bergaul.
Kadang diantara teman-teman kita butuh bagaikan butuhnya kita terhadap
makanan yang di butuhkan siang dan malam. sehingga teman tersebut
yang tahu tentang Allah dan perintah-perintah Nya serta tahu tentang
penyakit hati dan obat penyembuhnya. Dia adalah orang yang suka
memberi nasehat dengan ajaran-ajaran Allah dan rosul Nya. Agar pergaulan
kita dapat memberi keuntungan yang berlipat ganda.
Kadang ada teman-teman yang kita bergaul dengannya
seperti terhadap obat kita membutuhkannya sewaktu sakit, maka orang
ini hanya perlu dipergauli demi kemaslahatan hidup dan tidak untuk
meminta petunjuk. Jika kita telah memenuhi kebutuhan pergaulan dengan
orang semacam ini, mungkin anda masih akan membutuhkannya lain waktu.
Kadang ada teman-teman yang kita bergaul dengannya seperti meminum
racun. Maka orang tersebut harus dihindari. Sebab kita yang akan
terkena pengaruh yang buruk dari orang tersebut.
Ukhti Iradhat yang mengharap ridha Allah Subhanahu
wa Ta'ala.
Memang untuk melupakan sesuatu yang telah tertanam dalam hati sangatlah
sulit. Diperlukan kesungguhan dan niat yang kuat untuk hal tersebut
serta seringlah berzikir dan mengigat Allah agar kita selalu mendapat
hidayah dan pertolongan dari Allah. Allah akan memberi jalan kepada
hamba-hambanya yang bersungguh-sungguh di jalan Nya. Ada banyak
sarana untuk menghidupkan hati kita agar dipenuhi dengan ma'rifat
dan mahabbah (cinta) kepada Allah. Seperti banyak membaca Al Qur'an
, qiyamul lail, berzikir dan lain-lain. Mudah-mudahan ukhti menjadi
muslimah shalihah yang menjaga kehormatan dan kesucian dirinya.
Waallahu a'lam.
|