Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

- Hasil Konsultasi -
 
04 Februari 2001
 

Jawaban Konsultasi

Jawaban Konsultasi

 

Tanya :

assalamualaikum..
perkenalkan saya seorang akhwat, 20 thn, mahasiswa saya punya masalah nih.. di kampus saya punya teman, cowok (teman selokal) saya nggak tau awalnya darimana dia sering sekali memperhatikan saya. Hal ini sudah berlangsung sejak 1 tahun yang lalu sebenarnya saya juga ada perhatian sama dia tapi itu karena saya terpengaruh dg teman yg kebanyakan udah punya pacar. Terus terang perhatian dia itu bikin saya jadi terganggu karena saya selokal sama dia Tolong bantuin saya donk untuk ngelupain dia saya ingin jadi muslim sejati hanya mencintai Allah terima kasih atas jawabannya. Assalamualaikum w.w.

 

Jawab :

Kepada ukhti Iradhatul yang mengharapkan Ridha Allah Ta'ala…..

Menggunakan mata untuk memandang secara berlebihan akan menerbitkan perasaan menganggap bagus apa yang dipandang, dan akan menjadikan hati yang memandanginya terpaut kepadanya sehingga akan lahirlah berbagai kerusakan dalam hati seorang hamba. Ketika seorang laki-laki memandang seorang wanita atau seorang wanita memandang seorang laki-laki maka syaitan masuk bersama pandangan tersebut. ia akan menelusup melalui pendangan tersebut lebih cepat dari pada mengalirnya udara keruang hampa. Si syaitan masuk dengan tujuan menjadikan indah wujud yang dipandang dan menjadikannya berhala sesembahan yang hati bersimpuh dan takluk kepadanya. Kemudian menanamkan janji dan angan-angan dalam hati seorang hamba sehingga akan menyalakan kobaran api syahwat dalam hati, lalu menyalakan bahan bakar kemaksiatan yang tidak mungkin akan menyala tanpa adanya gambaran wujud yang dipandangi itu dalam hati seorang hamba.

Pandangan yang berlebihan juga dapat mengganggu ketenangan hati, melalaikannya dari hal-hal yang baik dan maslahat, sehingga pekerjaan menjadi berantakan, kacau balau. Lalu sang hamba jatuh kedalam jurang hawa nafsu syahwat dan lupa diri. Awal mula terjadinya pandangan tersebut bisa jadi karena ada hal-hal yang menarik pada diri seorang wanita sehingga mengundang pandangan seorang pria. Misalkan dengan memakai wewangian yang sangat menyegat, atau mengenakan busana yang tidak memenuhi syarat tertutupnya aurat seperti pakaian ketat yang membentuk tubuh dan lain-lain. Kami nasehatkan kepada ukhti untuk menahan pandangan sebagaimana firman Allah :

"Katakanlah kepada orang-orang beriman supaya mereka menundukkan pandangannya (dari melihat yang terlarang) dan menjaga kehormatannya. Itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui apa-apa yang mereka ketahui" (An Nur : 30)

Dan juga menjaga pergaulan dengan lawan jenis (kaum pria) yaitu dengan selektif dalam berteman dan hati-hati dalam bergaul. Kadang diantara teman-teman kita butuh bagaikan butuhnya kita terhadap makanan yang di butuhkan siang dan malam. sehingga teman tersebut yang tahu tentang Allah dan perintah-perintah Nya serta tahu tentang penyakit hati dan obat penyembuhnya. Dia adalah orang yang suka memberi nasehat dengan ajaran-ajaran Allah dan rosul Nya. Agar pergaulan kita dapat memberi keuntungan yang berlipat ganda.

Kadang ada teman-teman yang kita bergaul dengannya seperti terhadap obat kita membutuhkannya sewaktu sakit, maka orang ini hanya perlu dipergauli demi kemaslahatan hidup dan tidak untuk meminta petunjuk. Jika kita telah memenuhi kebutuhan pergaulan dengan orang semacam ini, mungkin anda masih akan membutuhkannya lain waktu. Kadang ada teman-teman yang kita bergaul dengannya seperti meminum racun. Maka orang tersebut harus dihindari. Sebab kita yang akan terkena pengaruh yang buruk dari orang tersebut.

Ukhti Iradhat yang mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Memang untuk melupakan sesuatu yang telah tertanam dalam hati sangatlah sulit. Diperlukan kesungguhan dan niat yang kuat untuk hal tersebut serta seringlah berzikir dan mengigat Allah agar kita selalu mendapat hidayah dan pertolongan dari Allah. Allah akan memberi jalan kepada hamba-hambanya yang bersungguh-sungguh di jalan Nya. Ada banyak sarana untuk menghidupkan hati kita agar dipenuhi dengan ma'rifat dan mahabbah (cinta) kepada Allah. Seperti banyak membaca Al Qur'an , qiyamul lail, berzikir dan lain-lain. Mudah-mudahan ukhti menjadi muslimah shalihah yang menjaga kehormatan dan kesucian dirinya.

Waallahu a'lam.

 

Tanya :

Assalamu'alaikum
ust. yang kami hormati ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan :

  1. Da'wah : apakah dalam berda'wah kita mesti selalu berada dalam ketentuan yang telah ditentukan oleh Rosulullah, nah bagaimana ketentuan tersebut.
  2. Bolehkah kita mengingkari pendapat orang tua kita, walaupun pendapat keduanya benar namun berseberangan arah/tujuan
  3. Apakah minyak wangi yang dijual ditoko-toko itu menajiskan, najis yang dimaksud dalam alqur'an tersebut sebenarnya apa? kalau memang najis, bukankah setiap (Buah) yang masak pasti mengandung alkohol atau bagaimana hukum buah beralkohol (kalau pertanyaannya ana kembangkan) seperti durian yang dengar-dengar bahkan ada yag kandungan alkoholnya sampai 40 %, misal: durian Kalimantan/Sumatra jazakumullah wassalamu'alaikum

 

Jawab :
Orang tua mempunyai kedudukan yang agung dalam agama kita ini, Allah telah mewajibkan pada setiap kita ubtuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tua. Karena agungnya kedudukan orang tua dalam syariat ini sampai-sampai Allah menggandengnya dengan hak Allah yaitu untuk disembah tanpa ada sekutu bagi Nya. Firman Allah :

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka janganlah kamu sekali-kali mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan mulia" (Qs 17 : 23)

Ketaatan kepada Allah sifatnya mutlak sedang ketaatan kepada orang tua tidaklah mutlak. Ketika perintah orang tua bertentangan dengan perintah Allah maka kita tidak perlu mentaatinya karena dalam suatu hadits shahih dikatakan :

"tidak ada ketaatan bagi makhluk dalam bermaksiat pada Sang Pencipta"

Maka ketika orang tua kita mempunyai pendapat yang bertentangan dengan syariat islam maka kita wajib mengingkarinya dan menasehatinya dengan cara yang baik. Demikian pula sebaliknya jika pendapat orang tua sesuai dengan syariat islam maka kita wajib membenarkannya, mendukungnya dan mengikutinya sebagai salah satu bentuk birulwalidain kita kepada mereka.

Masalah yang anda tanyakan mungkin sudah cukup jelas dengan pemaparan diatas, namun sayangnya anda tidak jelaskan lebih lanjut maksud dari pertanyaan anda. Sehingga kami tidak dapat memberi penjelasan lebih lanjut. Karena pada prinsipnya perintah ataupun pendapat orang tua tidak bertentangan dengan ajaran islam maka kita wajib mentaatinya, kecuali bila pendapat anda dan orang tua sesuai dengan syariat islam namun dari segi kemaslahatan pendapat anda terlihat lebih maka sebaiknya didiskusikan dengan orang tua dengan cara yang bijak dan baik. Atau bisa juga dengan mengundang orang yang lebih faham tentang agama serta memiliki kedudukan yang lebih di mata orang tua anda. Agar anda dan orang tua anda dapat menanyakan masalah yang diperdebatkan.

Waallahu a'lam.

 

Wallahu A'lam

 

 
 
Kembali ke indeks

al-madina.s5.com, Februari 2005
Jika ada masalah teknis dengan situs ini, tolong hubungi webmaster@al-madina.s5.com