Jawaban Konsultasi
|
|
Jawaban
Konsultasi
|
|
Tanya :
Apakah wirid dengan tasbih bid'ah tolong dijelaskan.
juga mengenai sholat dengan sajadah! apakah tidak bisa di analogikan
dengan tasbih? Yang mencocoki sunnah sholat itu dengan alas atau
tidak? Dauroh ahwat ada dalilnya nggak? atau ma'had khusus akhwat.
Apakah di jaman Rasul/sahabat ada kegiatan sejenis daurah akhwat/ma'had
akhwat. Tentang arah kiblat, apakah wajib menghadap lurus ke kiblat
ketika sholat
|
|
Jawab :
wirit dengan tasbih (tidak ada tuntunanya) dari rasulullah
saw dan biliau mengajarkan untuk berdzikir dengan ruas-ruas jari
atau dengan jari-jari tangan kanan
- para sahabat mengingkari orang yang melakukan
dzikir dengan demikian
- sajadah boleh digunakan dan tidak dapat dianalogikan
dengan tasbih
- daurah ahwat dapat dilihat dalam hadis "bahwa
rasulullah menyediakan waktu khusus untuk kajian para shahabiah"
- tidak mesti harus lurus seratus persen kearah
kiblat (ka'bah) namun cukup mengarah kemana kiblat berada, karena
sangat sulit untuk bisa diwujudkan terutama dari tempat yang jauh
dari ka'bah
|
|
Tanya :
Assalamu 'alaikum
Akhi Redaksi al-madina yang dirahmati Allah Ana ingin penjelasan
antum, manakah yang lebih utama manakala kita mendapati/menjumpai
khlaqoh pengajian sedang berlangsung,kita langsung memasuki khaloqoh
(duduk mendengarkan kajian)tanpa shalat dua rakaat yang ringan dengan
harapan tidak ketinggalan ilmu yang disampaikan ustadz, atau shalat
tahiyyatul-masjid terlebih dahulu.Bagaimana dengan hadits Abu Waqid
al-Laitsi r.a, "Ketika Nabi sedang duduk dalam masjid bersama-sama
dengan para jamaah,datanglah tiga orang: yang dua orang masuk kedalam
masjid, sedang yang seorang lagi terus saja pergi...(HR Bukhari,
Shahih Bukhari no 55 bab Ilmu), redaksi tentu lebih tau dan paham
kelanjutan matan hadits tsb. sebagian ulama menjadikan hadits ini
sebagai dalil bahwa tidak perlu shalat dua rakaat ringan, sebagian
lagi mengingkarinya dengan berbagai alasan. mohon penjelasan, manakah
pendapat yang lebih kuat.
Jazakullah khair
|
|
Jawab :
Lebih afdhol sholat tahiyatul masjid, lalu mengikuti
majlis, didasarkan pada hadis "badui masuk masjid hari jum'at sedang
Rasulullah saw berkhutbah lalu sang badui langsung duduk (tanpa
sholat tahiyatul masjid) maka rasulullah mengingkarinya dan menyuruhnya
bangkit untuk sholat tahiyatul masjid, lagipula sholat yang dua
rakaat tersebut relatif singkat sehingga dia pun dapat mengikuti
kelanjutan kajiannya atau mendengarkan orang-orang yang mengikuti
majlis tersebut tentang apa-apa yang dia tidak dapatkan. Sebaliknya
kalau langsung masuk majlis dan meninggalkan sholat tersebut maka
dia tidak lagi memperoleh keutamaan shalat tersebut.
|
|
Tanya :
assalamu'alaikum
jika kita lupa melakukan tahiyat awal apa yang harus
dilakukan? apakah kita mengulang sholat kita, atau apa? tolong jelaskan.
sebelumnya terimakasih atas jawabannya.
assalamu'alaikum
|
|
Jawab :
Apabila lupa maka hendaknya dia mengerjakan sujud sahwi sebelum
salam (dan tidak perlu menambah atau mengganti sholat).
|
|
Tanya :
assalamu'alaikum
ba'da salam
bagaimana hukum multi level marketing mengingat semakin menjamurnya
kegiatan ini di masyarakat
wassalamu'alaikum
|
|
Jawab :
Kami mohon maaf karena sampai saat ini kami belum
mendapatkan informasi yang lengkap tentang sistem MLM tersebut.
Oleh karena itu kami mengharapkan bantuan dari para pembaca yang
mengetahui tentang sistem MLM.
jazakallah khoir
|
|
Wallahu
A'lam
|