Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

- Hasil Konsultasi -
 
14 November 2000
 

Jawaban Konsultasi

Jawaban Konsultasi

 

Tanya :

Dalam hal kali ini saya ingin menanyakan bahwa apakah pacaran atau mengenali seorang wanita dalam islam itu ada atau tidak ? saya ingin diberi pandangan tentang cara bergaul yang baik dengan seorang wanita itu sendiri. Cara bergaul yang dapat menambah motivasi saya dalam belajar dan dalam menjalankan hal-hal yang positif dalam kehidupan. Untuk itu sekian dulu, saya mohon untuk diberi pandangan ke depan mengenai masalah ini.

 

Jawab :
Saudaraku Irman yang baik, sebelum pertanyaan antum (anda), Al-Madina jawab, ada 2 hal yang perlu Irman pahami :

  1. Tidaklah islam memberikan perintah (anjuran) kecuali hanya untuk kebaikan manusia semata, demikian pula ketika Islam memberikan larangan , maka hal tersebut demi kebaikan insan juga.
  2. Hikmah yang terkandung dalam perintah dan larangan tersebut tidak semuanya dapat diketahui oleh manusia, atau dengan kata lain, manusia hanya mengetahui sedikit dari hikmah yang ada dibalik perintah dan larangan Allah. Dalam kondisi seperti ini, sikap ketundukan terhadap syariat mutlak dituntut dari seorang muslim.

Selanjutnya berkaitan dengan pertanyaan antum tentang bagaimanakah hubungan pergaulan antara seorang laki-laki dengan seorang wanita maka Wallahu a'lam, jawaban Al-Madina dengan agak diperluas sebagai berikut :

  1. Islam mengetahui fitrah manusia yang menyukai dan cenderung terhadap lawan jenisnya . Maka Islam tidak menghilangkan fitrah kemanusiaan ini, sebagaimana pendeta nasrani yang hidup membujang memutus fitrahnya (katanya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan). Namun Islam tidak pula membiarkan manusia mengumbar nafsunya tanpa batas. Islam berada di antara kedua jalan tersebut.
  2. Islam memberikan jalan keluar agar manusia tetap berada di atas fitrahnya dengan "pernikahan". Sehingga pernikahan adalah sebuah sunnah di dalam ajaran islam. Maka ini adalah solusi utama bagi problem yang berkaitan pemuda-pemudi.
  3. Terus bagaimana kalau seseorang itu belum mampu untuk menikah ? Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan para pemuda untuk memperbanyak berpuasa, karena puasa dapat membentengi seseorang dari gejolak nafsu syahwat. Disamping itu , lakukan berbagai hal yang positif, seperti menuntut ilmu agama, dan menyiapkan diri untuk untuk mencukupi kebutuhan hidup sendiri dengan bekerja, maupun belajar ilmu-ilmu umum.
  4. Dalam masa persiapan tersebut bagaimana adab-adab kita ketika bergaul dengan lawan jenis kita ? diantaranya adalah :
    • Saling menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah Ta'ala dan saling menjaga kehormatan, sebagaimana perintah Allah dalam surat An nur ayat 30-31.
    • Tidak berdua- duaan dengan lawan jenis kita di tempat-tempat yang sepi tanpa disertai oleh mahram (saudara atau kerabat pihak wanita).
    • Tidak membuka jalan-jalan menuju perbuatan maksiat kepada Allah seperti pembicaraan yang tidak senonoh, mengobral ungkapan manja dan mendayu-dayu bagi wanita (insya Allah para pembaca paham) dan lain-lain.
    • Kalau memang telah amat sangat cinta dengan salah seorang akhwat (wanita) segera mengkhitbahnya (melamar) kepada wali (orang tuanya) dan segerakan menikah.

Paling tidak dari keempat poin tersebut Irman dapat mengetahui bagaimakah keadaan pacaran dalam pandangan islam ? Terakhir kami nasehatkan kepada saudaraku Irman dan yang lain, niatkan diri untuk menempuh apa yang Allah perintahkan (diantaranya adalah menikah) , diiringi dengan usaha, dan berupaya untuk segera hidup mandiri sesuai dengan kemampuan yang diberikan oleh Allah. Dan tentu harus diiringi dengan berdoa kepada Allah. Insya Allah dengan hal tersebut antum akan terpacu untuk lebih cepat menyelesaikan studi dan bersemangat untuk belajar secara sungguh-sungguh..

 

Wallahu a'lam

 

 
 
Kembali ke indeks

al-madina.s5.com, Februari 2005
Jika ada masalah teknis dengan situs ini, tolong hubungi webmaster@al-madina.s5.com