|
|
Jawaban Konsultasi
|
|
Jawaban
Konsultasi
|
|
Tanya
:
Assalamu'alaikum.wr.wb
Saya seorang ikhwan yang belakangan ini ada kecenderungan
pada seorang akhwat. Dimana menurut penilaian sementara melalui
beberapa indikasi bahwa akhwat tersebut juga mempunyai kecenderungan
yang sama. saya tidak ingin hal ini dapat mengganggu hubungan saya
dengan Allah swt. Untuk itu saya mempunyai niat melaksanakan sunah
Rasul. Namun saya masih ragu dengan indikasi yang ada, apakah sudah
cukup untuk membuktikan bahwa ukhti tersebut mempunyai kecenderungan
yang sama. Menurut pandangan Islam, apa yang harus saya lakukan
?
|
|
Jawab :
Untuk melaksanakan sebuah kebaikan kita tidak perlu ragu-ragu. Dan
kita mesti yakin bahwa apa saja yang kita niatkan kebaikan dan sesuai
dengan sunnah maka itu adalah hal yang berpahala dan dicintai oleh
Allah. Apabila Antum memang besungguh-sungguh untuk melaksanakan
sunnah Rasul yaitu pernikahan dengan Akhwat tersebut, maka Antum
bisa menanyakan kepada orang yang dekat dengan akhwat tersebut (misalnya
saudaranya). Dan kalau memang akhwat tersebut setuju dan suka juga
kepada antum, maka segera ajukan khitbah (lamaran) kepada walinya.
Wallahu a'lam
|
|
Tanya :
- apakah puasa ramadhan yang batal dan sudah terlewati
puasa ramadhan beberapa kali wajib di qodho ? bagaimana caranya
- bagamana caranya meredam nafsu dihati dan nafsu
di fikiran, terutama kalau sedang sholat?
- Apakah termasuk kufur/munafik, bila hati tiba-tiba
dan tdk sengaja membisikan hal-hal selain ALLAH ? Mohon penjelasan
|
|
Jawab :
- wajib diqodlo meskipun telah terlewati beberapa
ramadhan, caranya dengan mengganti berpuasa sebanyak jumlah hari
yang ditinggalkannya di luar bulan ramadhan tanpa membayar kaffarah
- Fitrah manusia cenderung untuk menerima segala
hal, baik berupa hidayah, nafsu syahwat. Hati diibaratkan sebuah
benteng sedangkan syetan adalah musuh yang berupaya masuk ke dalaam
benteng dan menguasainya. Jika ia berhasil masuk, maka dia akan
mengajak hati untuk melanggar perintah Allah. Syetan tidak bisa
masuk ke hati kecuali melalui pintu-pintu
- Iri, dengki, ambisi
- Amarah, syahwat keras hati
- Terburu-buru
- Buruk sangka terhadap orang lain
- Membawa orang lain kepada fanatis madzhab
- Dll
Jika kita bisa menutup pintu masuk syetan maka
insya Allah hati dan pikiran kita akan cenderung kepada hal-hal
yang baik sesuai perintah Allah. Penjelasan ini sangat panjang,
yang mungkin di bahas di sini. Berkaitan dengan masalah gangguan
nafsu di hati dan pikiran, apabila yang dimaksud oleh penanya
adalah lintasan hati seperti mengingat hal-hal di luar shalat
dan hal-hal yang berkaitan dengan urusan dunia maka kita harus
berupayauntuk menyingkirkan gannguan tadi serta memohon pertolongan
kepada Allah. Juga disyariatkan untuk meludah ke kiri. Untuk
lebih jelasnya, penanya bisa membaca buku yang ditulis oleh
ibnul Qoyyim dan ulama yang lain tentang kiat khusyu' dalam
shalat.
- Bisikan atau lintasan dalam jiwa ada tenggang
rasanya, ini tergantung kepda harat Anda. Siapa yang meninggalkan
lintasan pikiran karena takut kepada Allah maka ia akan mendapatkan
kebaikan. Mengenai apakah itu kufur atau munafik kita perlu tinjau
kembali. Kita pun mesti tahu juga tentang hal-hal yang berkaitan
dengan pembatal-pembatal keislaman
|
|
Wallahu
A'lam
|
|